Halaman

Selasa, 12 Februari 2013

Daya Tarik Pria "Angkuh"


Bila pria menyukai wanita yang murah senyum dan tampak bahagia, hal yang sama tidak berlaku pada wanita. Penelitian membuktikan bahwa wanita lebih tertarik pada pria yang angkuh ketimbang pria yang murah senyum. Teori evolusi pun menyebutkan pria angkuh bisa memberikan keturunan yang baik.

Penelitian yang dilakukan University of British Columbia menemukan bahwa wanita kurang tertarik pada pria yang banyak senyum dan terlihat bahagia. Sebaliknya, pria yang angkuh, bangga, moody atau cuek tampak lebih memiliki daya tarik seksual di mata wanita.

Menurut peneliti, hasil penemuan mengejutkan ini membantu menjelaskan mengapa wanita yang lebih banyak menyukai pria dengan penampilan 'bad boy'.

Dalam penelitian ini, psikolog di University of British Columbia meminta lebih dari 1.000 orang dewasa untuk menentukan peringkat daya tarik seksual dari gambar-gambar lawan jenis yang menampilkan berbagai emosi seperti kebahagiaan (senyum lebar), kebanggaan (mengangkat kepala), angkuh (membusungkan dada), malu atau cuek (kepala diturunkan atau mengalihkan pandangan).

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa wanita paling tidak tertarik dengan gambar pria yang tersenyum lebar (bahagia) dan lebih memilih gambar pria yang bangga, angkuh, moody dan cuek. Sebaliknya, menurut pria wanita yang tampak bahagia paling memiliki daya tarik seksual ketimbang wanita yang tampak bangga dan percaya diri (angkuh).

"Menampilkan wajah gembira dapat dianggap penting untuk interaksi sosial yang ramah, termasuk yang melibatkan daya tarik seksual. Namun, ada sedikit penelitian mengenai apakah tersenyum pada kenyataannya menarik," jelas Profesor Jessica Tracy yang memimpin penelitian.


Menurut Prof Tracy, penelitian ini menemukan bahwa pria dan wanita sangat berbeda dalam menampilkan emosi, termasuk tersenyum.

Prof Tracy mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa wanita menilai pria yang tersenyum lebar tidak terlihat kuat, tangguh atau maskulin. Hal sebaliknya justru ditemukan pada pria yang tampak angkuh dan sedikit sombong atau bangga.

"Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa kebahagiaan adalah ekspresi yang sangat feminin," jelas Alec Beall.

Namun Beall menegaskan bahwa penelitian ini hanya mengeksplorasi kesan daya tarik seksual pertama pada gambar dari lawan jenis.

"Kami tidak meminta peserta menilai apakah target yang dipilih akan bisa menjadi pacar atau suami yang baik," ujar Beall.

Di sisi lain, para psikolog menjelaskan bahwa penemuan daya tarik seksual telah dibentuk oleh kekuatan evolusi dan budaya berabad-abad lalu.

Misalnya, teori evolusi yang menunjukkan bahwa wanita lebih tertarik dengan pria angkuh karena dinilai menyiratkan status, kompetensi dan kemampuan untuk menyediakan keturunan yang baik.

Berita ini telah diterbitkan dalam American Psychological Association journal Emotion.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar