Halaman

Rabu, 09 Oktober 2013

Sujud Syukur

Dikala hambamu mengucap,
suara tangis bahagia terdengar dari sang dewi pertiwi.

Dikala hambamu tau,
kala itu air masih mengalir menelusup masuk ke sungai - sungai kecil
tapi entah kemana dia pergi,
hilang tak pernah bermuara.

Bahkan ikan ikan kecil pun mati,
perut ikannya pun kita gadaikan pada renternir yang
menjual minuman keras kala itu,

Kini, sang dewi sudah tak bisa lagi menangis,
jasadnya seperti sampah kotor yang ditimbun dalam tanah.

Di kala itu hambamu tersandung,
pernah kilatan petir menusuk dada hambamu,
mereka mengambil isinya untuk diantarkan kepada pemilik rumah kosong.

Dari kala itu hambamu mengucap
"laailaha illallah muhammadarasulullah, laailahaillah astagfirullahaladzim"
Perlahan sang pemilik rumah masuk menghantarkan lilin...

by : Dwi Azmi 
* Dimengerti lah dan Pahami lah

www.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar